Kabidhumas Polda Sulsel Imbau Masyarakat Sulsel Tidak Mudah Percaya Pinjaman Online

Makassar, Monitoring News-Kabidhumas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan meminta masyarakat Sulawesi Selatan untuk tidak tergiur dengan kecepatan meminjam yang ditawarkan pinjol dan tetap memperhitungkan resikonya. Pasalnya jika aplikasi pinjol yang digunakan ilegal, masyarakat akan dirugikan.

“Saya harap masyarakat khususnya di Sulsel kalau melihat dimedsos ada ajakan untuk meminjam suatu uang dalam bentuk online, ya jangan mudah mempercayai,” kata E Zulpan di Mapolda Sulsel, Kamis (14/10).

Kombes Pol E. Zulpan mengingatkan pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat karena data diri korban bakal dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan apabila telat membayar ataupun tidak bisa melunasi pinjamannya.

“Banyak juga ditemukan penagihan yang disertai ancaman. Bahkan dalam beberapa kasus ditemukan para korban sampai bunuh diri akibat bunga yang semakin menumpuk dan tidak membayar,” kata Kabidhumas.

Kombes Pol E. Zulpan mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan tindakan fintech pinjaman online (pinjol) atau Peer to Peer (P2P) Lending yang merugikan konsumen dengan meneror dan mempermalukan konsumen.

“Ini sudah masuk ranah hukum, langkahnya konsumen yang dirugikan melaporkan kepada pihak berwajib dan diproses secara hukum,” ucap Kombes Pol E. Zulpan.

E. Zulpan juga meminta masyarakat agar lebih berhati-hati, lebih jeli dan melakukan verifikasi terlebih dahulu aplikasi pinjol tersebut. Upaya itu, bisa meminimalisir yang dilakukan oknum rentenir online tersebut.

,,Humas Polda Sulsel, Mahmuddin,,

Melecehkan Profesi Wartawan Lewat Kata – Kata, 20 Pengacara Laporkan Oknum Si Becce di Polda Sulsel

Makassar — Forum Insan Pers meminta Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan ( Sulsel ) mencopot jabatan Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Makassar dan memecat si Becce yang merupakan oknum komite, agar tidak ada lagi Becce – Becce lain yang melakukan hal serupa.

Karena telah melukai harga diri para pencari berita dengan melakukan pelecehan melalui perkataan yang dilontarkan kepada beberapa wartawan yang sedang bertugas meliput kegiatan Vaksinasi di SMAN 5 Makassar beberapa waktu lalu.

Jenderal lapangan, Muslimin mengatakan kasus ini harus segera dituntaskan, agar tidak ada lagi Becce – Becce yang melakukan pelecehan terhadap para pencari berita. Dan stop melakukan kekerasan terhadap wartawan termasuk menghalang – halangi wartawan dalam melakukan peliputan dan wawancara.

“Kami minta Kadis Pendidikan copot Kepala SMAN 5 Makassar, dimana melakukan pembiaran oknum Becce’ bebas mengatur anggaran di sekolah. Kita harus menuntaskan kasus ini,” ucap pria yang akrab disapa Bang Mus ini.

Setelah melakukan orasi di depan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, para pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Forum insan pers ini melanjutkan unjuk rasa didepan kantor Polda Sulsel sekaligus melakukan pelaporan resmi.

Turut hadir dalam kegiatan aksi tersebut, Wakil Sekretaris LSM PERAK, Jumadi Mansyur, SH mengatakan sudah menyiapkan tim hukum 20 orang pengacara untuk mengawal pelaporan tersebut.

“Kami sudah siapkan 20 Pengacara, dimana 10 orang dari LSM PERAK dan 10 nya lagi dari kawan-kawan PW MOI dan beberapa aliansi yang bergabung dalam gerakan ini,” ungkapnya.

Jumadi juga menyampaikan akan mendampingi kawan – kawan media sebagai pelapor dan meminta kepada penegak hukum yang menangani perkara ini mengusut tuntas dan profesional melakukan penegakan hukum.

“Ini salah satu bentuk dukungan moril kami kepada kawan-kawan wartawan selaku kontrol sosial dan pengawasan di lapangan dan tetap menjaga Marwah dan integritas seorang jurnalis,” pungkasnya.

Hadir dalam aksi damai Ketua DPW Media Online Indonesia (MOI) Sulawesi Selatan ( Sulsel ), LSM PERAK, Ajoi Sulsel, Join Sulsel, serta puluhan pimpinan redaksi dan wartawan media cetak dan media online kota Makassar dalam aksi ini tetap mengikuti prokes.(Gaffar PWI Sulsel)

Melecehkan Profesi Lewat Kata – Kata dan menghalangi wartawan puluhan Pengacara mendampingi Laporkan Oknum Si Becce di Polda Sulsel

Makassar -Monitoring News- Forum Insan Pers meminta Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan ( Sulsel ) mencopot jabatan Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Makassar dan memecat si Becce yang merupakan oknum komite, agar tidak ada lagi Becce – Becce lain yang melakukan hal serupa.v

Karena telah melukai harga diri para pencari berita dengan melakukan pelecehan melalui perkataan yang dilontarkan kepada beberapa wartawan yang sedang bertugas meliput kegiatan Vaksinasi di SMAN 5 Makassar beberapa waktu lalu.

Jenderal lapangan, Muslimin mengatakan kasus ini harus segera dituntaskan, agar tidak ada lagi Becce – Becce yang melakukan pelecehan terhadap para pencari berita. Dan stop melakukan kekerasan terhadap wartawan termasuk menghalang – halangi wartawan dalam melakukan peliputan dan wawancara.

“Kami minta Kadis Pendidikan copot Kepala SMAN 5 Makassar, dimana melakukan pembiaran oknum Becce’ bebas mengatur anggaran di sekolah. Kita harus menuntaskan kasus ini,” ucap pria yang akrab disapa Bang Mus ini.

Setelah melakukan orasi di depan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, para pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Forum insan pers ini melanjutkan unjuk rasa didepan kantor Polda Sulsel sekaligus melakukan pelaporan resmi.

Turut hadir dalam kegiatan aksi tersebut, Wakil Sekretaris LSM PERAK, Jumadi Mansyur, SH mengatakan sudah menyiapkan tim hukum 20 orang pengacara untuk mengawal pelaporan tersebut.

“Kami sudah siapkan 20 Pengacara, dimana 10 orang dari LSM PERAK dan 10 nya lagi dari kawan-kawan PW MOI dan beberapa aliansi yang bergabung dalam gerakan ini,” ungkapnya.

Jumadi juga menyampaikan akan mendampingi kawan – kawan media sebagai pelapor dan meminta kepada penegak hukum yang menangani perkara ini mengusut tuntas dan profesional melakukan penegakan hukum.

“Ini salah satu bentuk dukungan moril kami kepada kawan-kawan wartawan selaku kontrol sosial dan pengawasan di lapangan dan tetap menjaga Marwah dan integritas seorang jurnalis,” pungkasnya.

Hadir dalam aksi damai Ketua DPW Media Online Indonesia (MOI) Sulawesi Selatan ( Sulsel ), LSM PERAK, Ajoi Sulsel, Join Sulsel, serta puluhan pimpinan redaksi dan wartawan media cetak dan media online kota Makassar dalam aksi ini tetap mengikuti prokes.(forum insan pers Sulawesi Selatan)

“Si becce” ,,,resmi di laporkan di Mapolda Sulsel

Makassar, Monitoring News-13 Oktober 2021 Terkait dengan adanya tudingan pelecehan yang dilakukan sibacce kepada seleruh para jurnalist, Forom insan pers yang tergabung dari beberapa asosiasi pers dan media cetak dan online yang ada di Sulawesi Selatan  resmi melaporkan oknum yang menghina ,melecehkan dan menghalangi tupoksi wartawan .

Setelah ber orasi di Disdik Sulsel forum insan pers lanjut menuju Polda Sulsel guna untuk melaporkan si becce yang di dampingi beberapa advocad dari asosiasi pers dan LSM .

Forum insan pers, berharap si becce ini di proses secara hukum dan sampai di meja hijaukan guna memper tanggung jawabkan perbuatanya

Dan semoga di laporkan nya si becce ini tidak ada lagi becce yg lain yg dengan  kasar nya menghina wartawan dan menghalangi wartawan saat ingin wawancara

Kami pun dari parah wartawan, Menharap kepada  Bapak Kapolda Sulsel agar sibacce di proses sesuai dengan undang undang yang tertuan dalam KUHP Dan KUHAP

,, Gaffar PWI,,

Kapolri ke Polda Jajaran: Antisipasi Pertumbuhan Covid-19 dan Maksimalkan Persiapan Event Internasional

Jakarta , Monitoring News- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pengarahan terbaru melalui vicon, kepada seluruh Polda jajaran terkait dengan evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Selasa (12/10).

Dalam pengarahannya, Sigit menekankan kepada seluruh jajarannya untuk tetap menyiapkan segala upaya dan antisipasi guna mencegah terjadinya lonjakan laju pertumbuhan Covid-19, di tengah terjadinya pelonggaran aktivitas masyarakat. Diketahui, kasus aktif harian virus corona dewasa ini, sudah mengalami penurunan.

“Persiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap pelonggaran agar tidak terjadi lonjakan kasus kembali,” kata Sigit saat memberikan pengarahan kepada seluruh Polda jajaran.

Menurut Sigit, salah satu upaya untuk mencegah laju pertumbuhan Covid-19 dan persiapan untuk menuju peralihan dari Pandemi ke Endemi, adalah dengan tetap melaksanakan pengetatan protokol kesehatan (prokes), melalui 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), penguatan 3T (Tracing, Testing dan Treatment) serta percepatan vaksinasi.

Dalam melakukan antisipasi lonjakan di tengah pelonggaran aktivitas masyarakat, Sigit meminta kepada seluruh Polda jajaran untuk memaksimalkan aplikasi PeduliLindungi. Platform tersebut harus disediakan di segala lini pusat aktivitas warga. Sehingga, akselerasi vaksinasi masyarakat dapat maksimal dilakukan.

“Maksimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Pengawasan terhadap masyarakat dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Apabila ditemukan kategori kuning atau merah berikan pelayanan vaksin dengan menyediakan gerai vaksinasi maupun vaksin mobile,” ujar mantan Kabareskrim Polri itu.

Lebih dalam, Sigit juga menyatakan perlu adanya antisipasi dini untuk mencegah masuknya varian baru Covid-19 seperti MU dan Lamda dari luar negeri yang disebabkan dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

Terkait dengan kebijakan Pemerintah yang berencana ingin membuka pintu bagi wisatawan asing maupun WNI yang pulang dari luar negeri, Sigit berharap adanya antisipasi dan pengawasan penanganan Covid-19 yang ekstra ketat. Sigit mengungkapkan, masih ada beberapa permasalahan yang terjadi untuk pengelolaan teknis karantina.

“Tolong dicek lagi sistem pengamanan seperti apa, apalagi kalau sudah dibuka SOP-nya betul-betul dilaksanakan. Jangan kemudian kita abai, lengah dan apa yang kita lakukan selama ini sia-sia. Jadi ini adalah konsekuensi kelonggaran kita berikan bertahap namun bisa kita ukur sehingga semua bisa terkendali,” ucap Sigit.

Antisipasi dan penanganan yang tepat, kata Sigit juga untuk melakukan persiapan adanya event internasional di Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni diselenggarakannya World Super Bike Championships (WSBK).

Menurut Sigit, dengan penanganan dan pengendalian Covid-19 yang maksimal, penyelenggaraan ajang dunia itu bakal memberikan efek positif untuk pertumbuhan perekonomian. Serta, nama Indonesia akan harum di mata dunia, lantaran berhasil menyelenggarakan WSBK, dengan memperhatikan faktor kesehatan di tengah Pandemi Covid-19.

“NTB dan beberapa event lanjutan di Bali dipersiapkan dengan baik. Kalau ini bisa dikelola dengan baik tentunya di mata internasional semakin baik dan tentunya hal lain seperti pertumbuhan ekonomi,” tutur Sigit.

Tak hanya itu, Sigit juga mengapresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras untuk mencegah laju pertumbuhan virus corona. Kedepannya, Ia berharap untuk mempertahankan hal tersebut dan meminta terus melakukan sinergitas dengan TNI, Pemda dan seluruh elemen masyarakat.

“Apa yang terjadi merupakan hasil kerja keras seluruh anggota. Sekarang tumpuan ada di kita TNI- Polri. Tapi saya yakin seluruh rekan akan melaksanakan dengan baik,” tutup Sigit.

,, Humas Polda Sulsel, Mahmuddin,,

PWI SUL SEL RESPON ,FORUM INSAN PERS SIAP LAKUKAN AKSI DEMO& LAPORKAN OKNUM SI BECCE(EMMI NUR)RABU 13 OKTOBER 2021

Makassar, Monitoring News-Terkait viralnya video sibecce yang diketahuinya bernama Emmi Nur selaku ,pengurus komite dan diduga sebagai Guru Honerer disekolah SMA Neg 5 beralamat di jalan, Taman Makam Pahlawan, No.4 tello baru, kecamatan Panakkukang.Selasa 12)10/2021.

Beberapa hari ini sempat redup ,dipemberitaan,Namun setelah menunggu arahan dari PWI Sul Sel selaku Induk asosiasi yang dituahkan terkait aksi pelaporan sibecce yang sudah tidak bisa ditoleransi ,oleh beberapa insan pers ,atas pelecehan dan penghinaan terhadap para wartawan beberapa pekan lalu ,menjadi polemik dari berbagai wartawan yang tidak punya Naluri Sebagia Insan Pers dengan adanya dugaan beberapa asosiasi media maupun lsm yang turut berperan menback’up dari dibelakang,sehingga sibecce merasa naik daun ,dan menganggap dirinya tidak bersalah dalam hal ini

Namun berbeda dengan beberapa para Insan Pers yang tergabung dalam satu buah Forum media ,di mana terdiri dari beberapa asosiasi didalamnya bertekad akan melakukan aksi dan pelaporan ke Polda Sul Sel ,”Agar kasus sibecce terproses sesuai hukum yang berlaku ,atas apa yang pernah dilontarkan dapat menuai efek jera.Abd.Halim SH,selaku ketua PW MOI ,saat ditemui disekretnya ,diJalan Buru Hotel Bahagia,memaparkan ,bahwa kasus si becce ini ,sangat luarbiasa ,dengan sikap dan lantangnya menghalangi tugas seorang juornalis,” serta menghina profesi seorang wartawan, bahkan dampaknya sangat buruk terhadap citra seorang insan.pers ,selaku pilar ke,4 dalam bertata negara,sehinggah dapat mengundang dan mengugat Dunia kewartawanan, yang mana dalam perkataanya berulang kali diucapkan ,”wartawan itu tidak pulang kalau tidak diberi Amplop ,”

kemudian lanjutnya,”Kami dari beberapa Advokasi ,yang tergabung dalam asosiasi telah melakukan rapat kordinasi,pemantapan,sertan mengkaji hasil rekaman video visual sibecce ,”dan sudah siap turun ,mendampingi rekan rekan media untuk mengambil langkah langkah aksi Demo Damai sekaligus menbuat pelaporan agar kedepan tidak ada lagi muncul perbuatan ,sibecce 2 dan 3 ,begitu ungkapnya .

,,forom insan pers,,

Sukseskan vaksin pelajar dan umum UPT SMK NEGERI 1 Gowa Kerja sama polres Gowa dan puskesmas Bajeng

GOWA. Monitoring News-kepala sekolah ( DRS .Imanuddin Djaya.M.P.D.) mensukseskam vaksin bagi pelajar umum bekerja sama dengan polres Gowa dan kepala puskesmas Bajeng dan para Pemerintah Kabupaten Gowa Mengsukseskam vaksi bagi pelajar di SMK negeri 1 Gowa dan terus melakukan percepatan vaksinasi Covid-19, khususnya bagi pelajar.
Setelah sebelumnya bekerjasama dengan polres Gowa giat melakukan vaksin bagi pelajar Sulawesi Selatan untuk sukseskan vaksin bagi pelajar dan hkususnya pelajar melakukan vaksin Bertempat di SMK negeri 1 Gowa Kecamatan Bajeng pada hari Selasa /12/10/2021
para pelajar agar pada saat sekolah tatap muka dilakukan seluruh pelajar Kabupaten Gowa sudah melakukan vaksin.

“Kita terus melakukan serbuan vaksin dalam rangka mempercepat atau membentuk herd immunity. Saat ini kita lakukan vaksinasi bagi pelajar untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka sesuai dengan instruksi presiden kalau semua pelajar sudah dilakukan vaksin maka diperbolehkan sekolah tatap muka,”
menyampaikan untuk segera terbebas dari pandemi Covid-19 ini, semua pihak harus bekerjasama baik sesama lembaga, stakeholder hingga komunitas.
Menurutnya dengan langkah tersebut diharapkan Gowa bisa keluar dari permasalahan dunia ini.

“Kita juga meyakini jika semua sudah divaksin dan disiplin protokol kesehatan maka insyaallah kita bisa mengakhiri pandemi Covid-19. Meskipun PPKM berjalan tapi levelnya bisa kita turunkan. Itu tiada lain berkat vaksinasi dan disiplin terhadap prokes,” kata Bupati dua periode ini.
Ia mengimbau kepada masyarakat khususnya bagi pelajar untuk segera melakukan vaksinasi agar cita-cita melakukan sekolah tatap muka bisa segera dilaksanakan yang ditandai dengan tuntasnya vaksinasi pelajar di Gowa.

“Para pelajar ayo untuk vaksin kalo kita mau pembelajaran tatap muka yang sudah rindukan sekian tahun. Kita berharap semuanya memiliki komitmen untuk saling menjaga sesama teman kelas, teman sekolah, orang di rumah, mari vaksin. Jika semua sudah divaksin barulah kita melakukan pembelajaran tatap muka,” imbau Adnan.

Sementara Kepala Puskesmas Kecamatan Bajeng, dr Wahyudi mengatakan pihaknya menyediakan 800 dosis vaksin di SMKN 1 Gowa namun yang melakukan vaksinasi sebanyak lima ratus orang yang sudah di vaksin
Kita menurunkan tim medis sebanyak 20 orang untuk vaksin harus tepat sasaran pelajar dan masyarakat umum dan pelajar yang dilaksanakan oleh di SMK negeri 1 Gowa,” jelasnya.

,,Gaffar,Mahmuddin,,

Kapolda Sulsel Hadiri Vaksinasi Amlumni SIP 50 Tahun 2021,Wira Satya Adhipradana Polda Sulsel Pelajar di SMKN 2 Makassar

Makassar, Monitoring News- Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam menghadiri pelaksanaan gelora vaksinasi pelajar Amlumni SIP 50 Tahun 2021wira Satya Adhipradana Polda Sulsel “Kontribusi pelajar untuk negeri melalui vaksinasi menuju Indonesia sehat” Yang Digelar Di SMK 2 kota Makassar, Selasa (12/10/2021).

Kapolda Sulsel mengapresiasi pelaksanaan Vaksinasi Pelajar yang menurutnya turut peduli terkait percepatan vaksinasi di Sulsel. Dirinya juga mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi kegiatan vaksinasi pelajar di Provinsi Sulsel, dan mengedepankan pelayanan humanis.

“Bahkan kita siap untuk mendukung Amlumni SIP 50 Tahun 2021wira Satya Adhipradana Polda Sulsel yang saat ini menggelar vaksinasi, kami akan membantu tanpa sistem birokrasi yang berbelit-belit” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Sulsel memberikan semangat pada pelajar supaya untuk mau melaksanakan vaksinasi di Sulsel.” karena vaksin ini sudah diuji dan dinyatakan aman dan Halal” ucap Kapolda.

Sementara itu kepala sekolah SMKN 2 kota Makassar Drs.Muh Nasir yang turut mendampingi jenderal bintang dua tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya

“Terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda atas program yang luar biasa ini agar para siswa-siswi yang melakukan program tatap muka secara terbatas kekebalan kelompok dalam penanganan COVID-19,” ungkapnya.

Kepala sekolah SMKN 2 kota Makassar yang turut bersama Kapolda Sulsel menyebut, vaksinasi ini bagian dari upaya menekan penyebaran COVID-19.

Selain. untuk melindungi para anak dari paparan covid-19 khususnya dari klaster keluarga yang saat ini masih mendominasi penyebaran kasus.

“Untuk itu mari sama-sama menjaga dan menekan penyebaran COVID-19 demi kesehatan kita bersama,” bebernya.(*)

Kabidhumas Polda Sulsel Imbau Masyarakat Tidak Langsung Percaya Informasi Di Medsos

Makassar, Monitoring News-Penyebaran informasi yang belum tentu benar kadang menimbulkan keresahan. Untuk itu masyarakat perlu diingatkan agar memanfaatkan media sosial secara positif dan jangan mudah termakan isu yang belum tentu benar. 

Kabidhumas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan mengimbau media sosial dimanfaatkan untuk hal-hal yang sifatnya sinergis dan edukatif.

Untuk itu E. Zulpan juga meminta masyarakat tidak langsung percaya dengan informasi yang beredar dimedia sosial, apalagi langsung dibagikan.
 
“Kalau melihat berita dimedsos ya disaring dulu sebelum disharing, jangan sampai berita tersebut belum tentu benar dan malah sudah disebar dan menimbulkan keresahan di masyarakat” kata E. Zulpan di Mapolda Sulsel, pada Selasa (12/10/2021) pagi.

Menurutnya, masyarakat mesti bijak dalam memanfaatkan Medsos untuk digunakan secara positif. Dan juga mengajarkan serta mengajak masyarakat lainnya untuk memahami bahaya penyebaran berita yang menimbulkan fitnah dari sisi hukum, agama, kesusilaan, dan kesopanan. 

Kombes Pol E. Zulpan tak menampik, saat ini banyak oknum perorangan maupun kelompok tertentu yang menggunakan media sosial untuk menyebarkan kebencian, provokasi dan berita yang tidak sesuai fakta ke masyarakat demi popularitas ataupun tujuan tertentu lainnya, tanpa mengindahkan sisi moralitas dan etika, atau bahkan dampak keresahan masyarakat yang timbul .

Dan sayangnya, lanjut E. Zulpan sebagian penerima berita tak berdasar fakta itu, terpancing untuk segera menyebarkan berita tersebut kepada rekan sejawatnya atau yang lainnya, sehingga akhirnya berita yang tidak berdasar fakta itu dengan cepat tersebar luas.

“Karenanya itu, saya harap kepada masyarakat luas agar tidak cenderung percaya suatu berita jika informasinya sesuai dengan opini atau sikap yang dimiliki pada satu pihak saja, tanpa melihat kebenaran yang sesuai fakta yang ada dan sebenarnya”, jelas Kabidhumas.

,,Humas Polda Sulsel, Mahmuddin,,u7

KASUS DUGAAN KEKERASAN TERHADAP ANAK DI LUWU TIMUR, MASYARAKAT DIHIMBAU TENANG DAN MEMPERCAYAKAN PENANGANANNYA KEPADA PIHAK KEPOLISIAN

Makassar, Monitoring News-Kabidhumas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan mengatakan keberadaan Polri sebagaimana amanah konstitusi dapat diibaratkan seperti payung yang berusaha melindungi masyarakat dari terik matahari dan curah hujan. Artinya, lanjut E. Zulpan, dalam menjalankan tugasnya Polri selalu memposisikan dirinya sebagai pengayom dan pelindung semua lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras dan lain sebagainya.

Demikian halnya, lanjut E. Zulpan, dengan penanganan kasus dugaan pemerkosaan 3 (tiga) orang anak yang terjadi di Kab. Luwu Timur Sulawesi Selatan pada tahun 2019 yang lalu, dimana kasus ini kembali mencuat dimedia setelah diduga pihak Polres Luwu Timur menghentikan proses pengusutan kasus tersebut.

Kombes Pol E. Zulpan memastikan Polda Sulsel dan jajaran Polres Luwu Timur sangat serius dalam menangani kasus tersebut. Hanya saja, kata E. Zulpan kenapa penanganan kasus ini dihentikan karena setelah jajaran Polres Luwu Timur didampingi dengan pihak KPAI setempat melakukan pendalaman dari laporan dugaan pemerkosaan anak di bawah umur itu, sampai dilakukan visum oleh dokter forensik Polda Sulsel, namun hasilnya nihil

“Ya, hasil pendalaman nihil, artinya apa yang dituduhkan bahwa anak tersebut telah diperkosa itu tidak terbukti. Dari sinilah kemudian jajaran Polres Luwu Timur tidak melanjutkan untuk memproses kasus ini”, jelas E. Zulpan saat ditemui, Senin (11/10/2021).

Namun, lanjut E. Zulpan kasus tersebut kini kembali isunya mencuat ke publik, hingga keluar desakan dari sejumlah kalangan agar Polres Luwu Timur diminta membuka kembali proses hukum dari kasus yang terjadi pada tahun 2019 yang lalu.

“Saya tekankan, terlepas dari adanya kasus ini yang perlu dipahami bahwa penegakan hukum tidak boleh dijalankan karena berdasarkan desakan, tapi harus di kedepankan objektifitas dan profesionalitas. Hal yang demikian inilah selama ini yang dipegang oleh pihak Kepolisian dalam penanganan sebuah kasus’, terang E. Zulpan.

Karena itu, jelas kata E. Zulpan, kerja-kerja profesionalitas dari jajaran Polri dalam menangani sebuah kasus pastilah senantiasa berdasarkan pada Patron hukum yang berlaku di Republik ini. Termasuk dalam penanganan kasus dugaan tindak pidana di Kab. Luwu Timur pada tahun 2019 yang lalu. Keberadaan alat bukti yang ditemukan di lapangan akan menjadi dasar pihak Kepolisian dalam melanjutkan atau menghentikan proses hukum dari suatu kasus.

Dengan demikian, sebagai masyarakat yang beragama sejatinya kita harus mengedepankan sikap bijak serta prasangka positif kepada pihak Kepolisian khususnya dalam penanganan kasus dugaan pemerkosaan di Kab. Luwu Timur yang kini kembali mencuat.

E. Zulpan kemudian meminta masyarakat agar mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak Kepolisian. Dijelaskannya, jika memang ada ditemukan alat bukti baru, maka bisa saja kasus tersebut prosesnya dibuka kembali.

“Saya harap kita sebagai masyarakat tidak perlu terpancing dengan isu-isu yang belum tentu benar yang justru bukan menyelesaikan masalah tapi malah sebaliknya menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat’, kata E. Zulpan.

Pada kesempatan itu, Kombes Pol E. Zulpan mengajak seluruh warga menjadikan sosial media sebagai sarana untuk berbagi informasi yang positif sehingga bisa menginspirasi orang lain. Hal yang demikian ini justru jauh lebih baik dibandingkan kita turut mengomentari hal-hal yang kita belum tentu tau duduk permasalahannya.

Menutup statement nya, Kombes Pol E. Zulpan meminta masyarakat agar senantiasa menssupport Polri dalam menjalankan tugasnya secara profesional dan objektif. Namun pada saat yang sama juga turut berpartisipasi dalam menjaga kamtibmas dilingkungan masing-masing sesuai dengan kapasitas dan tupoksi kita, sehingga suasana daerah tetap kondusif.

,, Humas Polda Sulsel, Rahman Samad,,

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai