Cek Rest Area KM 57, Kapolri Imbau Pemudik Manfaatkan Layanan Posko Mudik

Jawa Barat – Monitoring News-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan faktor keamanan dan kesehatan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri tahun 2022. Polri dan stakeholder terkait telah menyiapkan berbagai macam upaya dan strategi guna mewujudkan hal tersebut.

Penekanan tersebut disampaikan Kapolri saat mengecek langsung kesiapan pengamanan mudik Lebaran di Pos Terpadu Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek (Japek), bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Selasa (26/4/2022).

“Baru saja kita melaksanakan pengecekan secara langsung untuk mengetahui langkah-langkah yang akan dilaksanakan oleh seluruh anggota dalam menghadapi potensi kemacetan di arus mudik,” kata Sigit usai meninjau Pos Terpadu Rest Area KM 57.

Dalam kesempatan ini, Sigit kembali mensosialisasikan imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik lebih awal. Hal itu untuk mengurangi beban serta potensi kemacetan yang terjadi pada saat puncak arus mudik pada tanggal 28-30 April 2022.

Selain mengimbau mudik lebih cepat, Sigit juga menekankan bahwa, Polri bersama stakeholder terkait telah menyiapkan sejumlah strategi rekayasa lalu lintas (lalin) guna mencegah terjadinya kepadatan ketika puncak arus mudik terjadi.

Selain itu, imbauan juga disampaikan kepada Masyarakat yang melakukan mudik agar bisa melalui jalur alternatif selain tol. Misalnya seperti jalur Pantai Utara dan selatan guna menghindari kemacetan. Semua upaya itu dilakukan demi menciptakan perjalanan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Tadi kita dengar secara langsung proses rekayasa yang dilaksanakan mulai dari proses ganjil-genap, contraflow sampai one way di H-4 yang akan dilaksanakan rencana mulai pukul 17.00 sampai 24.00 WIB mengarah ke timur. Sehingga ini harus disesuaikan dengan rekayasa yang bisa mendukung kegiatan tersebut. Terkait rekayasa yang ada, kita mengimbau untuk masyarakat yang sudah memiliki kesempatan dan sudah libur bisa segera mudik lebih awal,” ujar Sigit.

Selain fokus menciptakan mudik yang aman, Sigit menekankan seluruh pihak terkait juga fokus untuk mewujudkan mudik yang nyaman dan sehat bagi masyarakat. Pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu telah disiapkan serta bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapatkan pelayanan ketika melaksanakan mudik.

“Kita siapkan pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu yang bisa dimanfaatkan masyarakat yang kelelelahan dan ingin istirahat sehingga telah disiapkan berbagai fasilitas pada pos tersebut. Masyarakat bisa beristirahat dan bagi yang berbuka puasa juga disiapkan takjil. Kami juga berupaya angka kecelakaan selama arus mudik bisa ditekan seminimal mungkin,” ucap eks Kabareskrim Polri tersebut.

Lebih dalam, Sigit menegaskan, demi meningkatkan imunitas dan kekebalan terhadap virus Covid-19, pos-pos tersebut juga disiapkan gerai vaksin guna melengkapi hingga dosis III atau booster.

“Tadi saya lihat ada beberapa masyarakat yang memanfaatkan itu. Ini untuk meyakinkan kita semua baik yang mudik atau di daerah tujuan mudik memiliki imunitas sehingga pasca-mudik laju Covid-19 bisa dijaga. Mudik sehat kita bekali booster. Sehingga saat bertemu keluarga dan masyarakat, kita sama-sama memiliki imunitas. Mudik nyaman karena jalur rekayasa dan pilihan waktu yang kita siapkan diketahui oleh masyarakat melalui informasi yang akan terus disampaikan melalui berbagai jalur media sehingga masyarakat bisa terhindar dari potensi kemacetan,” papar Sigit.

Tak hanya itu, Sigit mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan strategi evakuasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan dan bencana alam. Bahkan, polisi bekerjasama dengan PT. Pertamina akan menyiapkan tim mobile guna mengantisipasi pemudik yang kehabisan bensin ketika melakukan perjalanan.

Disisi lain, Sigit memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah melakukan mudik lebih awal sebagaimana imbauan dari Presiden Jokowi. Pasalnya, dari data yang diterimanya, telah terjadi peningkatan arus masyarakat yang hendak mudik.

Hal itu juga terlihat dari tinjauannya secara langsung ke Pelabuhan Merak pada hari ini yang telah terjadi kepadatan masyarakat untuk melaksanakan mudik.

“Di penyeberangan Merak yang tadinya tidak pernah ada pemberangkatan siang hari, tadi, seluruh dermaga dari 1 sampai 6 semua terisi. Dan kemudian diperlakukan status kuning. Jadi kuning itu sudah ada antrian tapi belum masuk tol kurang lebih 1 kilo dari jalur pintu tol paling akhir masuk dermaga. Tentunya dalam kesempatan ini kita ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mengikuti imbauan tersebut sehingga bisa mengurangi potensi terjadinya kemacetan pada saat H-4 nanti. Saya kira ini sudah baik dan harapan kita disisa waktu yang ada angka ini terus meningkat,” tutup Sigit.

,,Humas Polda Sulsel, Mahmuddin.

TIDAK SEMUA MELUPAKAN MEREKA

Jakarta-Monitoring News-Apa saja yang di hasilkan oleh Reformasi ? Lahirnya puluhan partai politik, lahirnya puluhan serikat pekerja nasional, sektoral maupun lokal, lahirnya puluhan bahkan ratusan media massa tanpa kekhawatiran dibredel, Pilkada tidak lagi dipilih oleh DPRD tapi langsung oleh Rakyat, Pemilihan Legislatif dan Presiden juga langsung dipilih Rakyat, lahirnya KPK, dibentuknya Mahkamah Konstitusi, pembatasan masa jabatan Presiden dan sekian banyak perubahan dan kebebasan yang saat ini dinikmati oleh Rakyat Indonesia.

Selain gempita buah Reformasi, di sudut sepi sana ada beberapa orang tua yang anaknya gugur ditembak di Trisakti 12 Mei, 24 tahun yang lalu. Tahukah kita bahwa ketika ada yang tertawa riang saat pelantikan jabatan maka di saat yang sama, mata para ibu itu masih sembab dan terus berlinang. Saat ada pesta kemenangan Gubernur maka pada saat yang sama hati para ibu itu masih pedih berduka. Saat ratusan Bupati dan ribuan anggota DPR/D dilantik dengan dandanan yang gagah atau cantik maka pada saat yang sama bibir para ibu itu masih sering mengucap nama anaknya sembari menciumi dan memeluk foto anak anak mereka. Yang berpesta, yang tertawa, yang berdandan mewah itu mungkin lupa bahwa semua bisa mereka nikmati karena pengorbanan jiwa anak dari para ibu itu.

Anak anak muda pemberani itu gugur menjadi Pahlawan Reformasi. Dan sejak 24 tahun lalu hingga hari ini “tetesan darah” mereka dinikmati oleh banyak orang dalam bentuk kebebasan dan terbuka nya peluang bagi setiap orang tanpa perduli kaya atau miskin, tanpa perduli bangsawan atau bukan.

Setelah 24 tahun berlalu, mungkin banyak yang sudah melupakan orang tua korban tapi hari ini (25 April 2022) Menteri BUMN, Erick Thohir beserta jajaran BUMN termasuk Dirut dan Wadirut BTN mengundang para orang tua korban untuk buka puasa bersama. Erick Thohir menyalami dan memeluk mereka satu persatu lalu memegang tangan ibu ibu korban untuk berdiri di sampingnya dan selanjutnya Erick Thohir memberikan masing masing keluarga sebuah rumah layak huni di wilayah yang dipilih sendiri oleh keluarga korban.

Tentu rumah itu berapapun harganya tak akan pernah mampu mengganti nyawa, tak akan pernah bisa menebus sakitnya hati seorang ibu yang anaknya di tembak mati. Kepedulian Erick Thohir mungkin akan dinyinyiri dan dipandang negatif dengan beragam spekulasi Namun demikian terlepas lupa jutaan orang, terlepas cibiran dan spekulasi tapi apa yang dilakukan oleh Erick Thohir menunjukan satu sikap bahwa dia tidak lupa pada perjuangan Reformasi 98, dia tidak lupa pada pengorbanan mereka yang gugur di Trisakti, dia tidak lupa pada derita keluarga korban. Kepedulian Erick Thohir adalah kata dalam tindakan yang menunjukan pada keluarga korban bahwa mereka tidak sendirian.

Akhir kata, walau saya dan Erick Thohir kerap berbeda, tapi saya sebagai Sekjen Persatuan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) ikut mengucapkan salut, hormat dan terima kasih atas kepedulian Menteri Erick Thohir yang memberikan rumah untuk empat keluarga korban Trisakti.

Jakarta 26 April 2022

Hormat Saya

Adian Napitupulu

,, redaksi,,

Keseimbangan Antara Pendapatan Dengan Pengeluaran

Makassar-Monitoring News-Bekerja mencari nafkah untuk diri sendiri, keluarga, dan berbagi dengan orang lain merupakan suatu keharusan, karena Allah SWT., menciptakan alam ini sebagai tempat tinggal dan sebagai tempat mencari nafkah dalam rangka memenuhi kebutuhan untuk menjalani kehidupan yang terbaik, sesuai dengan profesi masing-masing, sehingga manusia saling membutuhkan, saling menolong, serta saling bekerjasama dan berbagi dengan orang lain. Hal ini disampaikan Letkol Sus Husban Abady, ketika memberikan ceramah tarwih malam ke-23 Ramadhan dengan tema Keseimbangan Antara Pendapatan Dengan Pengeluaran di Masjid Al Ikhlas, Jl. Toddopuli 10 Makassar (24/4/2022).

Ketika seseorang bekerja dan memperoleh hasil dari pekerjaannya, pada hakikatnya dia telah menolong dirinya sendiri, keluarganya, dan juga orang lain, misalnya dia membelanjakan hasil usahanya untuk membeli barang konsumsi yang ia butuhkan, berarti ia telang menolong orang lain yang menjual barang tersebut, begitulah distribusi barang dan jasa berputar dan disitu ada unsur tolong menolong dan saling menguntungkan, kata Husban Abady.

Lebih lanjut Husban Abady mengatakan, bahwa dalam Al Qur’an ditemukan banyak ayat yang menyuruh dan memotivasi manusia untuk bekerja dan berpenghasilan karena dengan bekerja dan berpenghasilan, manusia dapat memenuhi kebutuhannya. Sebagaimana firman Allah SWT., dalam Al Qur’an pada surah Al-Jumu’ah ayat 10 yang artinya : “Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”

Husban Abady mengatakan, pekerjaan dan penghasilan yang diperoleh dari hasil usaha harus dapat dijamin kesuciannya atau kehalalannya, tidak boleh menggunakan cara-cara yang tidak halal, menzalimi orang lain, dan praktek yang tidak wajar, karena itu akan berdampak buruk bagi kehidupan. Jadi bekerja bukan semata-mata memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya, tetapi bagaimana bekerja dan berpenghasilan memperoleh keberkahan dari Allah SWT., artinya dalam bekerja dan berpenghasilan harus ada keseimbangan antara kepentingan dunia dan kepentingan akhirat.

Pada umumnya orang yang tidak peduli pada kehidupan akhirat sangat rentang terhadap perilaku mencurangi atau menzalimi orang lain dalam setiap usaha yang dilakukannya. Dia akan selalu berupaya menempuh segala cara demi memenuhi kebutuhan dan ambisinya dalam kehidupan duniawi, tanpa mengindahkan hak-hak orang lain, dia akan terus mengeruk berbagai keuntungan apapun caranya, hal ini terjadi karena faktor keinginan untuk memenuhi seluruh kebutuhannya yang tidak pernah mengenal batas, tegas Husban Abady.

“Oleh karena itu membatasi kebutuhan pada hal-hal yang sangat mendesak, wajar dan tidak berlebih-lebihan sesuai dengan nilai-nilai Islam, akan berimplikasi pada cara seseorang dalam bekerja dan berbelanja. Ukurannya bukan pada seberapa jumlah perolehan, tetapi pada nilai keberkahan yang terkandung di dalamnya. Jadi harta melimpah bukan ukuran kekayaan, tetapi bagaimana harta itu memberi kebermaknaan dalam kejiwaan seseorang”. Husban Abady mengatakan bahwa hal ini sesuai dengan Hadist Rasulullah Muhammad SAW., yang artinya : “Ukuran kekayaan bukan terletak pada banyaknya harta benda, tetapi pada kekayaan jiwa”

“Karena ukuran kekayaan itu bukan pada jumlah harta yang banyak, maka yang penting untuk dilakukan adalah bagaimana menyeimbangkan antara kebutuhan dan pendapatan, karena persoalan yang paling krusial bagi banyak orang adalah bagaimana menyeimbangkan antara pendapatan dengan pengeluaran, karena kadang kebutuhan lebih besar daripada penghasilan, menuruti kebutuhan rasanya tidak akan pernah selesai, karena itu besar dan kecilnya penghasilan seharusnya tidak menjadi persoalan utama, tetapi yang penting adalah keberkahan dari penghasilan itu.” ungkap penggemar olahraga golf ini.

Di akhir ceramahnya Husban Abady menyampaikan bahwa keberkahan itu, jika apa yang dimiliki dapat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan dan hal itu memberi kebahagiaan di dunia ini dan insyaa Allah kebahagiaan di akhirat kelak. Sebagai contoh, seseorang yang berpenghasilan kecil, sangat menikmati makan Ikan Bakar di warung pinggir jalan yang harganya murah, daripada tergiur untuk makan di restoran mewah yang harganya mahal seperti yang dilakukan oleh orang yang berpenghasilan besar. Orang seperti ini mampu menyeimbangkan pengeluarannya dengan pendapatannya, sehingga tidak merasa terus kekurangan yang pada gilirannya dapat merangsang untuk melakukan penyelewengan, pungkasnya.

,,Tim PW MOI,,

Tinjau Pelabuhan Merak, Kapolri Apresiasi Masyarakat yang Mudik Lebih Awal

Merak -Monitoring News- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi kepada masyarakat yang telah menindaklanjuti imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan mudik Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran tahun 2022 lebih awal sebelum prediksi puncak arus mudik pada 28 – 30 April 2022.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolri saat meninjau kesiapan mudik di Pelabuhan Merak bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan stakeholder terkait lainnya, Selasa (26/4/2022).

“Disatu sisi, kami juga sangat berterima kasih dan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendengarkan imbauan mudik yang disampaikan oleh Bapak Presiden tentunya yang telah ditindaklanjuti oleh menteri-menteri terkait untuk mengimbau masyarakat agar mudik lebih awal,” kata Sigit usai meninjau Pelabuhan Merak.

Sigit menyebut, dari hasil pemantauan telah terjadi peningkatan arus mudik yang dilakukan oleh masyarakat sebelum tanggal 28 – 30 April 2022. Menurut Sigit, mudik lebih awal yang diputuskan oleh masyarakat akan semakin mencegah terjadinya potensi kemacetan pada H-4 hingga H-1 Lebaran.

“Kita lihat bahwa, dari mulai kemarin dan hari ini kegiatan arus mudik sudah mulai terlihat dan tentunya ini sangat baik khususnya untuk mengurai kemacetan. Khususnya diprediksi puncak arus mudik yang diperkirakan pada H-4, H-3, H-2 dan H-1. Kalau ini bisa kita urai tentunya kemacetan pun kita harapkan bisa semakin kita kurangi,” ujar Sigit.

Terkait peninjauannya, Sigit menyatakan bahwa, pergerakan arus mudik Lebaran tahun ini juga sudah terjadi pada siang hari ini. Pasalnya, kata Sigit, dari laporan yang diterima, Pelabuhan Merak telah masuk ke dalam situasi kuning lantaran terjadinya lonjakan penumpang.

“Siang ini tadi kita lihat sempat masuk situasi kuning artinya sempat ada penyetopan sementara di jalur yang sudah dipersiapkan dan kemudian kita liat juga diseluruh dermaga terlihat sudah penuh. Artinya disatu sisi kita melihat bahwa terjadi pergeseran waktu masyarakat yang akan melaksanakan mudik khususnya di wilayah Merak,” ucap mantan Kabareskrim Polri ini.

Dalam tinjauannya ke Pelabuhan Merak kali ini, Sigit beserta Menteri terkait juga mengecek langsung kesiapan pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu. Sigit memastikan, fasilitas yang disediakan untuk melayani para pemudik dan warga setempat yang hendak melengkapi vaksinasi hingga dosis III atau Booster telah siap dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Tak hanya itu, demi memastikan keamanan masyarakat yang hendak mudik, Sigit menegaskan, pihaknya juga telah melakukan pemantauan dan pengawasan di posko Command Center yang telah disediakan.

“Tadi di pos pam di monitor bagaimana semua terkoneksi dengan BNPB dan stakeholder lainnya termasuk situasi-situasi yang memang harus diketahui dengan menggunakan CCTV dan tersambung Command Center kita lihat semua terkoneksi dengan baik.
Tentunya harapan kita ini juga bisa memberikan pelayanan yang jauh lebih baik kepada masyarakat yang akan mudik,” tutur eks Kapolda Banten itu.

Lebih dalam, Sigit juga mengungkapkan, demi memberikan mudik yang aman, nyaman serta sehat, Polda Banten dan Polda Lampung telah menyiapkan tim atau satgas untuk mencegah terjadinya aksi kriminalitas seperti begal terhadap para pemudik.

Dengan dikerahkannya tim tersebut, Sigit mengimbau kepada para pemudik untuk tidak perlu cemas dan khawatir untuk melakukan perjalanan mudik khususnya di waktu-waktu yang rawan. Pasalnya, aparat kepolisian akan memastikan keamanan dari masyarakat yang hendak merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halamannya masing-masing.

“Jadi masyarakat diharapkan tidak usah cemas dan takut. Karena Polri dengan seluruh stakeholder yang ada telah mempersiapkan tim. Sehingga masyarakat yang mudik khususnya di waktu atau jam rawan ada satgas yang siap untuk mengawal. Sehingga masyarakat bisa mudik dan selamat sampai di rumah,” papar Sigit.

“Tentunya hal-hal ini, bisa dibantu disosialisasikan. Sehingga pilihan masyarakat untuk mudik baik siang atau malam semua mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang sama. Sehingga ini betul-betul bisa mengurai potensi kemacetan,” sambung Sigit sekaligus mengakhiri.

,, Humas Polda Sulsel, Mahmuddin.

Bagikan Baksos Bareng Mahasiswa dan Pemuda, Kapolri: Teruslah Berkontribusi Terbaik untuk Bangsa

Jakarta -Monitoring News- Polri bersama dengan Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) berkolaborasi menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) Bulan Ramadan, untuk masyarakat yang khususnya bermukim di wilayah Slum Area.

“Saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas inisiatif dan kerja sama yang diinisiasi rekan-rekan, bahwa hari ini seluruh rekan-rekan kurang lebih ada 50 elemen yang tergabung dalam aliansi BEM dan OKP melaksanakan kegiatan bakti sosial,” kata Sigit dalam sambutannya pada acara bertajuk ‘Bakti Sosial Polri Presisi Bersama Mahasiswa, BEM dan OKP untuk Masyarakat di Bulan Ramadan Penuh Berkah’ di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (25/4/2022).

Sigit menekankan, kegiatan kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari elemen mahasiswa, BEM dan kepemudaan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu masyarakat, khususnya yang terdampak akibat Pandemi Covid-19.

Menurut Sigit, dengan turun langsung ke basis masyarakat, mahasiswa dan pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa, telah memberikan kontribusi terbaik untuk Negara Indonesia.

“Tentunya teruslah berkarya, teruslah suarakan, suara-suara demokrasi, dan lakukan langkah-langkah nyata untuk bisa berikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, Bangsa dan Negara Indonesia,” ujar Sigit.

Disisi lain, mantan Kabareskrim Polri ini mengungkapkan, kolaborasi kegiatan bersama mahasiswa, BEM dan unsur kepemudaan ini bukan merupakan hal yang perdana. Pasalnya, ketika terjadinya Pandemi virus corona, Polri bersama elemen tersebut telah bersinergi dalam rangka melakukan penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19.

“Tentunya kegiatan kali ini bukan yang pertama, kita sudah sering bersama-sama mulai dari pada saat awal turun melaksanakan kegiatan menghadapi Pandemi Covid-19 dalam bentuk vaksinasi bersama dan kemudian juga kegiatan bakti sosial lainnya,” ucap eks Kapolda Banten tersebut.

Bahkan, kata Sigit, berkat adanya sinergi Polri bersama mahasiswa dan pemuda, dewasa ini laju pertumbuhan Covid-19 dapat dikendalikan dengan baik. Bahkan, Sigit menyebut, Indonesia menjadi salah satu Negara yang capaian vaksinasinya paling tinggi di tingkat dunia.

“Alhamdulilah hari ini kita semua melihat terkait laju Covid-19 sudah bisa dikendalikan dengan baik. Positivity Rate kita di bawah 1 persen. Saat ini kita sudah berhasil melakukan vaksinasi kurang lebih 397 juta. Dan kita ada di nomor lima untuk vaksinasi terbanyak di dunia. Ini kerja keras dari seluruh elemen dan didalamnya ada adik-adik mahasiswa dan rekan-rekan BEM serta pemuda,” papar Sigit.

Dengan terkendalinya laju Covid-19, Sigit menyatakan, Pemerintah telah memperbolehkan masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran tahun 2022 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat serta akselerasi vaksinasi booster. Kebijakan itu juga merupakan kerja keras dari mahasiswa dan pemuda.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Sigit mengajak mahasiswa dan pemuda untuk sama-sama mensosialisasikan kepada masyarakat yang melaksanakan mudik untuk melaksanakan protokol kesehatan. Serta, membantu melakukan akselerasi vaksinasi bagi para pemudik.

“Saat ini kita berikan di pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu untuk masyarakat yang belum booster bisa booster. Sehingga kita yakin masyarakat yang mudik baik pulang maupun di daerah tujuan mudik semua dalam keadaan terjaga. Imunitas tinggi, sehingga laju Covid-19 bisa dijaga. Kita juga adakan mudik gratis bersama dengan. Mahasiswa ini juga bisa dimanfaatkan. Ada 400 bus disiapkan, 20 ribu kursi disiapkan. Sehingga beban arus mudik bisa dikurangi,” tutup Sigit.

,,Humas Polda Sulsel, Mahmuddin.

Pantauan Command Center Jelang Lebaran: Jalan Tol dari Palembang Hingga Probolinggo Lancar

Jakarta – Monitoring News-Polisi melakukan pemantauan di Command Center yang merupakan bagian dalam posko Operasi Ketupat 2022 dalam rangka kesiapan mengamankan mudik Lebaran tahun ini.

Dalam pantauan lewat Command Center, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut, situasi arus lalu lintas (lalin) jelang Hari Raya Idul Fitri saat ini, khususnya di jalan tol mulai dari Palembang hingga Probolinggo masih dalam keadaan lancar.

“Situasi jalan tol di Palembang sampai Probolinggo Jawa Timur saat ini Minggu 24 April 2022 pukul 10.38 WIB dalam keadaan lancar,” kata Gatot kepada awak media, Jakarta, Minggu (24/4/2022).

Sementara itu, Dedi menyatakan, terdapat sedikit kepadatan kendaraan yang terjadi disekitar ruas jalan Pelabuhan Merak yang menjadi lokasi penghubung pemudik untuk pulang kampung ke provinsi wilayah Jawa-Sumatera begitupula sebaliknya.

“Dalam pantauan Command Center, terpantau pula, terdapat ruas jalan tersendat disekitar Pelabuhan Merak,” ujar Dedi.

Meskipun begitu, Dedi memastikan, pihak kepolisian yang dikerahkan secara langsung ke lapangan, akan segera melakukan pengaturan lalu lintas di titik-titik yang mengalami kemacetan ataupun kepadatan.

“Anggota pos pengamanan telah terploting dan mengatur kelancaran arus. Kepolisian berusaha untuk wujudkan mudik yang aman dan sehat pada tahun ini bagi masyarakat,” tutup Dedi.

,,Humas Polda Sulsel, Mahmuddin.

Kabareskrim Sebut 15.039 Perkara Diselesaikan dengan Restorative Justice Sepanjang Tahun 2021-2022

Jakarta -Monitoring News- Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2021 hingga Maret 2022, Polri telah menyelesaikan 15.039 perkara dengan Restorative Justice.

“Jumlah ini meningkat 28,3% dari tahun sebelumnya sebesar 9.199 kasus,” kata Agus dalam kegiatan Talkshow bertajuk ‘Restorative Justice Harapan Baru Pencarian Keadilan’, Selasa (19/4).

Agus memaparkan, terkait pendekatan Restorative Justice yang diterapkan oleh Polri saat ini, sebantak 1.052 Polsek di 343 Polres sudah tidak lagi melakukan proses penyidikan. Menurut Agus, Polsek merupakan ujung tombak Polri dalam hal pelayanan yang paling bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Polsek harus menjadi basis Resolusi penyelesaian perkara berkeadilan dgn cara dialog/mediasi/Probling solving, dalam menyelesaikan perkara ringan, pertikaian warga ataupun bentuk-bentuk gangguan Kamtibmas lainya hal ini jelas merupakan merupakan upaya dari Restorative Justice sesuai Visi Presisi Bapak Kapolri,” ujar Agus.

Agus menyebut, Restorative Justice saat ini menjadi prioritas kepolisian dalam melakukan penyelesaian perkara. Pasalnya, dikatakan Agus, itu merupakan prinsip utama dalam keadilan Restoratif yakni, penegakan hukum yang selalu mengedepankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan mengembalikan pola hubungan baik dalam masyarakat.

“Penekanan Bapak Kapolri, penyidik harus memiliki Prinsip bahwa hukum pidana menjadi upaya terakhir dalam penegakan hukum (Ultimum Remidium). Polri harus bisa menempatkan diri sebagai institusi yang memberikan rasa keadilan kepada masyarakat,” ucap Agus.

Kendati demikian, Agus menekankan, tidak semua perkara dapat diselesaikan dengan pendekatan Restorative Justice. Hal itu sebagaimana Pasal 5 Perpol 8 Tahun 2021, dimana kasus-kasus yang dapat diselesaikan melalui Restorative Justice harus memenuhi persyaratan materil.

Adapun tindak pidana kejahatan yang tidak bisa diselesaikan dengan Restorative Justice, yakni, terorisme, pidana terhadap keamanan negara, korupsi dan perkara terhadap nyawa orang, dan juga tidak menimbulkan keresahan dan/atau penolakan dari masyarakat, tidak berdampak pada konflik sosial, tidak berpotensi memecah belah bangsa, tidak bersifat radikalisme dan separatisme serta bukan pengulangan pelaku tindak pidana berdasarkan putusan Pengadilan.

,,Humas polri,, Mahmuddin,,

FSPTSI-KSPSI YORRYS BUAT TAGAR #LAWAN BEGAL. MASYARAKAT BERSATU LAWAN BEGAL

Jakarta —Monitoring News- Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI) -KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Yorrys Raweyai Buat Tagar #Lawan Begal. Masyarakat harus bersatu dan berani menpertahankan hak dan melawan.

Gerakan melawan begal tersebut disampaikan Ketua Umum FSPTSI-KSPSI, HM. Jusuf Rizal kepada media usai buka puasa MOI (Media Online Indonesia) dan PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media dan Online Indonesia) di Cibubur, Jakarta

Menurut Jusuf Rizal yang juga Ketum PWMOI dan Sekjen MOI itu, pelaku begal saat ini makin merajalela. Anggota FSPTSI, para pengemudi dan ojek yang tergabung di DBOKC (Driver-Biker-Ojek Kamtibmas Community) Mitra Kepolisian, sering menjadi korban begal, kutu loncat, pungli sampai premanisme

“Jadi masalah begal ini tidak bisa didiamkan. Tidak bisa juga penegak hukum, menghukum masyarakat yang membela haknya, dihukum jika menghilangkan nyawa para begal. Mempertahankan hak, ko dihukum,” tegas pria yang juga advokad itu.

Dijelaskan menurut agama (Islam) saja jika ada begal beraksi bisa dihukum mulai potong tangan hingga dibunuh. Karena setiap orang punya hak untuk mempertahankan haknya dari para begal. Mereka dilindungi tidak hanya dari agama, tapi juga hukum dan hak asasi manusia.

Pria berdarah Madura-Batak Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu menyebutkan masyarakat harus bersatu melawan begal. Dan kepada penegak hukum harus menegakkan hukum secara adil. Jangan yang melakukan begal malah dilindungi hukum.

“Rakyat melawan karena haknya mau diambil paksa. Jika tidak ada pelanggaran hukum, tentu tidak ada reaksi dari korban bekal. Karena itu, FSPTSI-KSPSI Buat Tagar #LawanBegal. Rakyat bersatu lawan begal. Tidak ada ampun bagi para begal,” tegas Jusuf Rizal

Dikatakan kasus begal dihabisi korban begal bukan hanya terjadi di NTB saja. Tapi banyak. Dan mereka diproses hukum dengan ancaman hukuman 5 tahun. Ini terjadi juga di Medan Sumut, dimana pengemudi yang memukul begal (Bajing Loncat) yang hendak menjarah angkutannya hingga meninggal.

“Jadi FSPTSI-KSPSI meminta kepada Kapolri, Listyo Sigit Prabowo agar membebaskan dari segala tuntutan hukum, bagi korban begal yang mempertahankan haknya. Masyarakat yang jadi korban karena membela haknya, dapat melaporkan agar memperoleh perhatian dari Kapolri,” tegas Jusuf Rizal

FSPTSI-KSPSI bidang Advokasi dan Hukum juga, menurut Jusuf Rizal akan memberi bantuan hukum bagi para korban begal. Laporan bisa disampaikan melalui email : fsptsi.pusat@gmail.com atau Wa : 0811-909-654. Bersatu Melawan Begal

,,Tim PW MOI,,

Amaq Sinta Apresiasi Polri Berikan Keadilan Lewat SP3 Kasus Begal

NTB – Monitoring News-Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) perkara Murtede alias Amaq Sinta seorang korban begal yang ditetapkan sebagai tersangka.

Menanggapi hal tersebut, Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKNH) Fakultas Hukum Universitas Mataram sekaligus Pengacara Amaq Sinta, Joko Jumadi menyampaikan apresiasi kepada Polri yang telah memberikan asas keadilan kepada Amaq Sinta dalam perkara tersebut.

“Kami dari BKBH Fakultas Hukum Universitas Mataram, selaku tim kuasa hukum Amaq Sinta mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kapolri dan Kapolda NTB, yang telah melaksanakan fungsi pengawasan dan pengendalian perkara pidana,” kata Joko dalam tayangan videonya, Minggu (17/4).

Joko berpandangan bahwa, penanganan proses hukum yang dialami oleh Amaq Sinta sejak awal bergulir telah berjalan sebagaimana asas keadilan dan kemanfaatan hukum. Pasalnya, kata Joko, hal itu tercermin dengan adanya penarikan perkara itu dari Polres Lombok Tengah ke Polda NTB.

Kemudian setelah diambilalih, kata Joko, Polda NTB juga langsung melakukan gelar perkara khusus bersama dengan para ahli hukum dan memutuskan kasus yang dialami Amaq Sinta dihentikan atau SP3.

“Khususnya di kasus Amaq Sinta yang telah diambilalih kasus Amaq Sinta dari Lombok Tengah dan mengambil keputusan menghentikan kasus itu melalui SP3. Pembelajaran dari kasus ini adalah peran serta masyarakat sangat dibutuhkan di dalam penanggulangan kejahatan,” ujar Joko.

Sebelumnya, Kapolda NTB Irjen Djoko Purwanto menjelaskan dari hasil gelar perkara khusus disimpulkan bahwa peristiwa tersebut merupakan pembelaan terpaksa sebagaimana termaktub dalam Pasal 49 Ayat (1) KUHP.

“Sehingga tidak ditemukan adanya unsur perbuatan melawan hukum baik secara formil dan materiil,” kata Djoko kepada wartawan, Sabtu 16 April 2022.

Menurut Djoko, keputusan dari gelar perkara tersebut berdasarkan peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019, Pasal 30 tentang penyidikan tindak pidana bahwa penghentian penyidikan dapat dilakukan demi kepastian hukum, kemanfaatan dan keadilan.

Terkait penanganan perkara Amaq Sinta, Polda NTB dalam proses gelar perkara khusus mengedepankan asas proporsional, legalitas, akuntabilitas dan nesesitas. Dengan tujuan, terwujudnya rasa keadilan dan kemanfaatan hukum bagi masyarakat.

,,Humas Polda Sulsel, Mahmuddin,

KETUM PARSINDO JUSUF RIZAL : PARTAI PARSINDO OPTIMIS LOLOS IKUT PEMILU 2024.

Jakarta —Monitoring News- Ketua Umum Partai Parsindo (Partai Swara Rakyat Indonesia), HM. Jusuf Rizal, merasa optimis Partai Parsindo akan lolos untuk ikut Pemilu 2024. Partai Parsindo yang memiliki jargon Kerakyatan-Nasionalis-Religius menargetkan satu Kabupaten Kota Satu Kursi.

Demikian dikemukakan Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak di sela-sela persiapan konsolidasi Partai Parsindo menuju Pemilu 2022 kepada awak media di Cibubur Jakarta Timur.

Menurut Jusuf Rizal yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) konsolidasi dilakukan dalam rangka revitalisasi kepengurusan, mulai dari Pusat, Propinsi hingga Kabupaten Kota. Karena dinamika politik yang berkembang ada pengurus yang sudah pindah ke partai lain.

“Momentum pasca Pendemi Covid-19 kita akan kita panaskan Mesin politik Partai Parsindo. Sekaligus memberi kesempatan kepada mereka yang tertarik membesarkan Partai Parsindo, “tutur pria penggiat anti korupsi itu.

Sebagaimana dilansir KPU (Komisi Pemilihan Umum) RI, Partai Parsindo merupakan partai politik yang dapat mengikuti Pemilu 2024 bersama 74 Partai Politik lain, baik yang lama maupun baru.

Partai Parsindo bukan Partai baru.Partai Parsindo sebelum dipimpin Jusuf Rizal adalah Partai Nahdlatul Ummah Indonesia (PNUI) Pimpinan KH.Syukron Ma’mun dan KH. Idham Khalid. Kemudian mengubah nama, logo maupun jargon serta AD/ART setelah dikomandoi Jusuf Rizal

“Kami memang sempurnakan mengikuti perubahan. Jika sebelumnya menggunakan syariat Islam, kini bersifat pluralis dengan jargon kerakyatan, Nasionalis dan Religius,” tegas Jusuf Rizal, Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media dan Online Indonesia) itu

Jusuf Rizal sendiri dikenal cukup dekat dengan Keluarga Cendana, Tommy Soeharto. Tapi juga dekat dengan Keluarga Bung Karno, Guruh Soekarno Putra. Partai Parsindo pun memadukan semangat kedua tokoh tersebut yang dikembangkan dengan semangat millenial.

Aktivis pekerja dan buruh itu juga mengatakan membuka luas bagi siapapun yang ingin bergabung bersama Partai Parsindo membela kepentingan rakyat. Bisa melalui email parsindo.pusat@gmail.com atau WA 0811-180-9494.

“Partai Parsindo, menampung dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Termasuk aspirasi politik kaum pekerja dan buruh. Dan melalui jaringan Partai Parsindo selama ini sudah banyak berjuang untuk kepentingan masyarakat,” tegas Jusuf Rizal.

, Mahmuddin,

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai